Kamis, 06 Juni 2013

GURU KREATIF SISWA AKTIF




A.    GURU KREATIF
Guru merupakan profesi yang dinamis. Ia terus berkembang seiring dengan peradaban yang memolanya. Ranah tugas seorang guru idealnya tidak lagi dibatasi tembok-tembok ruang kelas, tetapi harus sudah mampu merambah ke “dunia lain”; dunia yang akan terus melecutnya menjadi sosok inspiratif; sosok yang mampu mengilhami peserta didik menjadi generasi masa depan yang cerdas, baik secara intelektual, emosional, spiritual, maupun sosial.

Ø  Pertama, popularitas. Melalui tulisan, seorang guru mampu menyuguhkan pemikiran-pemikiran kritis dan kreatif kepada publik dengan jangkauan yang (nyaris) tak terbatas. Semakin banyak tulisan yang sukses menembus media cetak, nama sang penulis juga akan makin pupuler dan mendapatkan tempat tersendiri di mata pembaca. Dengan demikian, guru yang membudayakan aktivitas menulis akan mampu membangun opini publik terhadap persoalan-persoalan pendidikan yang hingga saat ini masih sarat dengan beban masalah.
Ø  Kedua, profesionalisme. Secara langsung, sebuah tulisan memang tidak bisa memberikan manfaat praktis terhadap peningkatan mutu proses pembelajaran dan bisa menyihir generasi masa depan negeri ini menjadi sosok yang cerdas dan berkarakter
Ø  Ketiga, aktualisasi diri. Secara internal, tulisan bisa dijadikan sebagai media untuk beraktualisasi diri. Melalui opini yang disajikan dalam sebuah tulisan, gagasan-gagasan kreatif seorang guru makin memperkokoh posisi dan legitimasi sosialnya di mata publik sehingga sosok guru makin terhormat dan bermartabat. Sebagai praktisi yang merasakan denyut kehidupan dunia pendidikan secara langsung, gagasan-gagasan kreatif dan orisinil dari seorang guru sangat dibutuhkan untuk membangun desain pendidikan yang lebih mencerdaskan dan mencerahkan.

Ø  Keempat, katarsis diri. Sebagai sosok yang berdiri di garda depan dalam dunia pendidikan, guru jelas sangat memahami silang-sengkarutnya dunia pendidikan yang hingga kini belum sanggup melahirkan generasi yang cerdas dan berkarakter.
Kelima, mengasah kepekaan. Guru abad ke-21 tidak cukup hanya menjadi guru kurikulum yang menafsirkan kurikulum semacam “kitab suci” yang monotafsir.
Ø  Keenam, finansial. Ini merupakan keuntungan lain yang bisa didapatkan seorang guru di balik jerih-payahnya menekuni dunia kepenulisan. Saat ini media cetak sangat menghargai tulisan karya guru yang dinilai kreatif, inovatif, dan orisinil. Rubrik media cetak pun terbuka luas bagi seorang guru untuk berkarya.

  1. Kreatifitas dalam Pemanfaatan Media Belajar
Media belajar adalah alat atau benda yang dapat mendukung proses pembelajaran di kelas. Fungsi Media Belajar (1) membantu siswa dalam memahami konsep abstrak yang diajarkan, (2) meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, (3) Mengurangi terjadinya misunderstanding, (4) Memotivasi guru untuk mengembangkan pengetahuan. Dalam hal media belajar, kreatifitas guru dalam media  belajar diarahkan untuk: 
Ø  Mereduksi hal-hal yang terlalu abstrak dalam materi belajar
Ø  Membantu siswa mengintegrasikan materi belajar ke dalam situasi yang nyata.


Guru yang kreatif dapat dicirikan dari kemampuannya dalam melaksanakan tugas, peran dan fungsinya secara profesional. Menurut artikel yang ditulis oleh Ali Ansori, S.S, M.Pd,. Ada 9 ciri yang harus diusahakan/ dilakukan guru agar ia termasuk guru yang
kreatif, yaitu:

1) Mampu mengekspos siswa pada hal-hal yang bisa membantu mereka dalam belajar,
2) Mampu melibatkan mereka dalam segala aktivitas pembelajaran,
3) Mampu memberikan motivasi buat siswa baik secara verbal maupun non verbal,
4) Mampu mengembangkan strategi pembelajaran (penerapan pendekatan, metode, model dan …..tehnik) dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan karakter materi,
5) Mampu menciptakan pembelajaran yang joyful dan meaningful,
6) Mampu berimprovisasi dalam proses pembelajaran
7) Mampu membuat dan mengembangkan media pembelajaran yang menarik dan aplikatif,
8) Mampu membuat dan mengembangkan bahan ajar yang variatif, dan
9) Mampu menghasilkan inovasi-inovasi baru dalam pembelajaran.

Kreatifitas akan mampu mendatangkan perubahan. Mengubah paradigma lama menuju paradigm baru dalam melakukan pembelajaran adalah sebuah tuntutan bukan tawaran. Eksistensi guru sebagai pendidik itu ada justru karena perubahan itu sendiri



B.            SISWA AKTIF

Keterlibatan siswa bisa diartikan sebagai siswa berperan aktif sebagai partisipan dalam proses belajar mengajar. Menurut Dimjati dan Mudjiono(1994:56-60), keaktifan siswa dapat didorong oleh peran guru. Guru berupaya untuk memberi kesempatan siswa untuk aktif, baik aktif mencari, memproses dan mengelola perolehan belajarnya.
Untuk dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar guru dapat melakukannya dengan ; keterlibatan secara langsung siswa baik secara individual maupun kelompok; penciptaan peluang yang mendorong siswa untuk melakukan eksperimen, upaya mengikutsertakan siswa atau memberi tugas kepada siswa untuk memperoleh informasi dari sumber luar kelas atau sekolah serta upaya melibatkan siswa dalam merangkum atau menyimpulkan pesan pembelajaran.

Adapun kualitas dan kuantitas keterlibatan siswa dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Internal faktor meliputi faktor fisik, motivasi dalam belajar, kepentingan dalam aktivitas yang diberikan, kecerdasan dan sebagainya. Sedangkan eksternal faktor meliputi guru, materi pembelajaran, media, alokasi waktu, fasilitas dan sebagainya.


Keterlibatan siswa hanya bisa dimungkinkan jika siswa diberi kesempatan untuk berpartisipasi atau terlibat dalam proses pembelajaran. Dalam proses belajar mengajar sebelumnya, para murid diharuskan tunduk dan patuh pada peraturan dan prosedur yang kaku yang justru membatasi keterampilan berfikir kreatif. Dalam belajar, anak-anak lebih banyak disuruh menghapal ketimbang mengeksplorasi, bertanya atau bereksperimen.

Partisipasi aktif siswa sangat berpengaruh pada proses perkembangan berpikir, emosi, dan sosial. Keterlibatan siswa dalam belajar, membuat anak secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan mengambil keputusan. Namun pembelajaran saat ini pun masih ada yang menggunakan metode belajar dimana siswa menjadi pasif seperti pemberian tugas, dan guru mengajar secara monolog, sehingga cenderung membosankan dan menghambat perkembangan aktivitas siswa.
Komponen-komponen yang menentukan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar meliputi: siswa, guru, materi, tempat, waktu, dan fasilitas.

Siswa bisa kreatif di kelas jika gurunya pandai memandu lewat pertanyaan-pertanyaan, bahkan jika siswa menjawab keluar dari ‘rel’. Semua siswa pada dasarnya kreatif itulah mind set guru kreatif. Semua siswa kreatif sesuai dengan gaya belajarnya, tugas guru memberikan ‘panggung’ untuk setiap tipe ‘kecerdasan’. Jika murid malah kreatif di luar sekolah, tanda bahwa guru dan sekolah mesti berubah. Siswa kreatif itu ribut di kelas sedangkan siswa yang ribut terus di kelas itu pertanda karena gurunya kurang kreatif. Kelas yang baik adalah siswa di dalamnya senang belajar,  gembira berinteraksi dengan guru yang menerima ia apa adanya.
Secara garis besar, gambaran KREATIF siswa adalah sebagai berikut:
  1. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
  2. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
  3. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’
  4. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
  5. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
1.             Pengertian Pendekatan Cara Belajar  Siswa Aktif
Pada umumnya metode lebih cenderung disebut sebuah pendekatan. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan kata “approach” yang dimaksudnya juga “pendekatan”. Di dalam kata pendekatan ada unsur psikhis seperti halnya yang ada pada proses belajar mengajar. Semua guru profesional dituntut terampil mengajar tidak semata-mata hanya menyajikan materi ajar. Guru dituntut memiliki pendekatan mengajar sesuai dengan tujuan instruksional. Menguasai dan memahami materi yang akan diajarkan agar dengan cara demikian pembelajar akan benar-benar memahami apa yang akan diajarkan. Piaget dan Chomsky berbeda pendapat dalam hal hakikat manusia. Piaget memandang anak-akalnya-sebagai agen yang aktif dan konstruktif yang secara perlahan-lahan maju dalam kegiatan usaha sendiri yang terus-menerus. Pendekatan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) menuntut keterlibatan mental siswa terhadap bahan yang dipelajari.
2.          Dasar-Dasar Pemikiran Pendekatan Cara Belajar  Siswa Aktif
Usaha penerapan dan peningkatan CBSA dalam kegiatan Belajar Mengajar (KBM) merupakan usaha “proses pembangkitan kembali” atau proses pemantapan konsep CBSA yang telah ada. Untuk itu perlu dikaji alasan-alasan kebangkitan kembali dan usaha peningkatan CBSA dasar dan alasan usaha peningkatan CBSA secara rasional adalah sebagai berikut:
a. Rasional atau dasar pemikiran dan alasan usaha peningkatan CBSA dapat ditinjau kembali pada hakikat CBSA dan tujuan pendekatan itu sendiri. Dengan cara demikian pembelajar dapat diketahui potensi, tendensi dan terbentuknya pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dimilikinya. Pada dasarnya dapat diketahui bahwa baik pembelajar. materi pelajaran, cara penyajian atau disebut juga pendekatan-pendekatan berkembang. Jadi hampir semua komponen proses belajar mengajar mengalami perubahan.


SELF DIDECRED LEAARNING




SELF –DIRECRED LEARNING
NAMA: ROSNITA
NIM       : 141000536
Sample learning contract
1.       What are you going to learn?
I will learn about  grammar because grammar very important in writing and grammar difficult for me.
2.       How are you going to learn?
 I learn by frequent reading, especially reading grammar books and know the difficult vocabulary. As well and often make sentences with vocabulary that is because it's. one way to augment our vocabulary and it can be easier for me to learn grammar
3.       Target date for completion
My goal in completing kuliyah Srata I (S1) to 10 semesters for the average student in completing the PBI 10 S1 was half finished.
4.       How are you going to know that you learned it?
I had to learn to be able to know the vocabulary, idioms, and can Britons translates well and do not use google translation and I will learn to make a short sentence with the existing vocabulary. It's one of my learned
5.       How are you going to prove that you learned it?
There is a change for me to learn by studying the existing contract and I facilitate the task,


6.       Advising faculty member feedback
Student’ Responsibility
1.       Propose a written learning contract
2.       Develop detailed schedule
3.       Take the initiative to contact your advising faculty member immediately to get the assistance you need
4.       Meet with your advising faculty member regularly to review progress and discuss material learned
Senin
Jam
schedule
05.00
Sayabangunpagidanshalatsubuh
06.30
Membersihkantempattidur
06.00
Membantuibumemasak di dapurdanmakan
80.00
Sayacucipiringdanmembersihkanrumah
09.30
Memcucibaju
11.00
Membantuibumemasak di dapur
12.15
Makansiang
12.30
Mandidanshalatdzuhur
13.30
Sayapergikekampussampai 17.30
17.30
Shalatashar
18. 45
Shalatmagribbersamakeluargadanngajisampaimasukwaktuisya
19.50
Makanmalam
20.00
Membuattugasdanbelajar
22.30
Sayatidur










Selasa
05.00
Sayabangundanbelajar
05.30
Sayashalatsubuh
06.00
Membersihkantempattidur
06.20
Membantuibumesiapkansarapanpagi d
07.00
Sarapanpagibersamakeluarga
08.00
Cucipiringdanmembersihkanrumah
09.30
Nonton TV
10.40
Membantuibumemasak di dapur
12.30
Makansiang
13.00
Mandidanshalat
14.30
Sayapergikekampussampai jam 17.30
15.45
Shalatashar
17.45
Menyirambunga
18.45
Shalatmagribdanngjibersamakeluargasampaiwaktuisya
19.55
Shalatisya
20.00
Makanmalam
20.15
Belajar
22.30
Tidur




Rabu
05.00
Bangunpagidanbelajar
05.30
Shalatsubuh
06.20
Membersihkantempattidur
06.00
Membantuibumenyiapkansarapan
07.00
Sarapanpagibersamakeluarga
07.30
Cucipiringdanmembersihkanrumah
08.30
Nton TV
09.30
Cucibaju
10.30
Membantuibumemasak di dapur
12.00
Makansiang
12.30
Mandidanshalat
13.00
Sayapergikekampus
17.30
Shalatashar
18.45
Shalatmagrib
19.55
Shalatisya
20.10
Makanmalam
20.30
Belajar
23.00
Tidur



Kamis
05.00
Bangunpagidanbelajar
05.30
Shalatsubuh
06.00
Membersihkantempattidur
06.20
Membantuibumenyiapkansarapan
07.00
Sarapanpagibersamakeluarga
08.00
Cucipiringdanmembersihkanrumah
09.40
Nton TV
10.50
Membantuibumemasak di dapur
12.00
Makansiang
12.30
Mandidanshalat
13.00
Sayapergikekampus
16.00
Shalatashar
17.45
Menyapuhalamandanmenyirambunga
18.50
Shalatmagrib
20.00
Makanmalam
20.25
Belajar
22.00
Tidur

Jum’at
05-00
Bangunpagi
05-10
Shalatsubuh
05-40
Membersihkantempattidur
06-00
Membantuibumenyiapkansarapan
06-40
Sarapanpagibersamakeluarga
07-00
Cucipiringdanmembersihkanrumah
07-35
Sayapergikekampus
11-00
Membantuibumemasak di dapur
12-45
Makansiang
13-00
Mandidanshalat
13-00
Sayapergikekampus
17-00
Shalatashar
17-30
Menyapuhalamandanmenyirambunga
18-50
Shalatmagribdanbacayasinbersama
20-00
Makanmalam
20-20
ngji
21-30
Nton TV
23.00
tidur






sabtu
05-00
Bangunpagidanbelajar
05-30
Shalatsubuh
06-00
Membersihkantempattidur
06-30
Membantuibumenyiapkansarapan
07-00
Sarapanpagibersamakeluarga
08-00
Cucipiringdanmembersihkanrumah
09-00
Nton TV
10-00
Cucibaju
11-00
Membantuibumemasak di dapur
13-00
Makansiang
13-30
Mandidanshalat
14-00
Nyentrikabaju
16-30
Shalatashar
17-30
Menyapuhalamandanmenyirambunga
18-55
Shalatmagrib
20-00
Makanmalam
20-00
Nonton TV
22-35
Tidur

minggu
05-00
Bangunpagi
05-30
Shalatsubuh
06-00
Membersihkantempattidur
06-30
Membantuibumenyiapkansarapan
08-00
Sarapanpagibersamakeluarga
08-30
Cucipiringdanmembersihkanrumah
09-30
Nton TV
10-30
Cucibaju
11-55
Membantuibumemasak di dapur
13-00
Makansiang
13-30
Mandidanshalat
14-30
Tidursiang
17-00
Shalatashar
17-30
Menyapuhalamandanmenyirambunga
18-55
Shalatmagrib
20-00
Makanmalam
20-30
Nyentrikabaju
23-00
Tidur